Mengapa hasil pembangunan selama orde baru sangat rapuh

Mengapa hasil pembangunan selama orde baru sangat rapuh?

Jawaban

Sejak Presiden Soeharto naik sebagai pemimpin Indonesia pada tahun 1967, dilakukan pembangunan besar-besaran, hingga Presiden Soeharto disebut sebagai Bapak Pembangunan. Namun kondisi ekonomi sangat rapuh karena maraknya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), sehingga saat terjadi krisis moneter pada tahun 1997, ekonomi Indonesia runtuh

Perusahaan besar yang tumbuh di masa Orde Baru mengandalkan koneksi dan penyuapan antara para pengusaha dan pejabat negara, termasuk keluarga Presiden Soeharto. Sistem ekonomi yang didominasi KKN ini dsiebut dengan crony capitalism. Perusahaan yang ada tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk yang dapat bersaing, sehingga tertinggal dari negara lain. Perusahaan ini juga tidak memiliki manajemen keuangan yang baik, sehingga banyak yang bankrut ketika hutang mereka melonjak akibat jatuhnya nilai rupiah.

Korupsi pada masa Orde Baru ini mengakibatkan infrastruktur pendukung ekonomi tidak dibangund engan baik, sehingga Indonesia tertinggal dan kalah bersaing dari negara tetangga. Ketika negara lain sudah memiliki sarana pendukung seperti transportasi masal dan suplai energi yang mencukupi, di Indonesia masih serba kekurangan.

Infrastruktur yang dibangun juga tidak sesuai dengan spesifikasi, dan akibatnya, kualitas infrastruktur yang dihasilkan sangat rendah dan cepat rusak serta tidak tahan lama. Penyebab kerapuhan pembangunan ini adalah korupsi yang terjadi pada masa Orde Baru. Pejabat dan kontraktor bersekongkol untuk melakukan pengurangan terhadap spesifikasi proyek. Misalnya dengan menggunakan jenis aspal yang lebih rendah untuk jalan, atau menggunakan beton berkualitas rendah untuk bangunan.

 

Pertanyaan Lain :

Kumpulan Materi :

Informasi Kuliah dan Beasiswa :